Solo Kotaku, Kota Kita

Selamat malam kotaku, masih saja menyenangkan, masih saja sejuk, walau banyak hal yang berubah, walau ada saja mereka yang berusaha merusak sejuk dan damaimu. Suasana yang begitu menyenangkan seakan tak kalah dengan suasana yang lain. Terlihat sederhana tapi anggun, terlihat ada banyak senyuman di sudut sudut kota. Dulu dan sekarang, tidak sama, sedikit berbeda, padatnya jalanan kadang membuat siangmu menjadi menyebalkan. Beragam jenis makanan yang menggiurkan ada di sini, membuat setiap pecintamu menelan lidahnya, sajak puas setelah menyantap, giginya terlihat bersamaan senyum lebarnya terbuka.

Solo kotaku, kotamu, kota semua orang yang mencintainya, bukan hanya kota sekolompok saja. Menyebalkan ketika mereka yang penuh canda tertawa di sudut jalan harus dihambat candanya karena kepentingan sekolompok saja. Ini kota kita semua, bukan dengan tajamnya senjatamu tapi dengan indahnya senyummu kau jaga kota ini. Bukan dengan kerasnya batu, tapi dengan halusnya tanganmu kau rangkul semua umat untuk jaga kota ini. Sayangnya pisau dan batumu lebih bermakna untuk kau tunjukkan begitu cintanya dirimu dengan kota ini, betapa kau ingin jelaskan kota ini milik kalian saja.

Semoga aku, kau, kita, kami, semuanya semakin bisa mencintai kota yang menyenangkan ini. Dengan bahagianya sendiri, wujudkan slogan yang dibawa selama ini. Menjadikan nyata dengan damai dan cinta, tanpa memandang "apa agamamu", "siapa Tuhanmu", dan apalah pikiran bodoh lainnya. Semoga mimpi kita untuk jadikan kota ini menjadi semakin indah, selalu dirindukan oleh semua orang yang pernah singgah, selalu ingin disinggahi oleh semuanya, singgah dengan bahagia, penuh damai dan cinta. Salam bahagia !

Salam Damai,
- 28 Apil 2013 - namasayababi@gmail.com