DITIMPAL KETIDAKPASTIAN

Halo kawan, lama sudah tidak berceloteh, lama sudah tidak menulis, lama sudah tidak berbagi omong kosong, alasan utamanya sibuk, waktu lalu sibuk menyelesaikan kesibukan, saat ini sibuk mencari kesibukan. Kalian bahagia kan? Aminlah bahagialah, tersenyumlah, berbagilah bahagia dan senyuman, niscaya semua pasti senang.

Ketidakpastian itu jahat atau kita yang terlalu lemah berharap? Pernah merasakan bukan, waktu dimana mata susah memejam memikirkan hari ini belum bisa menyelesaikan apa yang harus diselesaikan, belum bisa mendapatkan apa yang diharapkan? Pernah merasakan bukan, waktu keringat jatuh, tenggorokan kering, otak penuh, sudah berusaha tapi belum berhasil, sudah berjuang tapi belum menang, sudah mencari tapi belum mendapat, pernah bukan? Mengeluh dilarang, menangis ditertawai, bersandar dianggap menyerah, bertanya tidak dijawab, menjawab dianggap melawan, dianggap bodoh. Mencoba berjalan, tapi belum ada jalan, berlari dianggap menghindar. Ingin dikuatkan tapi, ya kemudian menguatkan dirinya sendiri. Ketika berjalan, pikiran dan perasaan yang lelah sepakat untuk menguatkan sendiri, bahwa "dimana", "apa", "kapan", "bagaimana", "siapa", dan semua pertanyaan yang masih kosong jawabannya akan dijawab dengan sendirinya oleh waktu dan usahamu, jika bukan hari ini mungkin esok, mungkin suatu saat entah kapan nanti jika memang masih ada waktu.

Sekarang, yakinlah kebaikan yang dianggap pencitraan, tangisan yang dianggap cara mengemis pada keadaan, keringat yang belum dibayar, semua akan dibayar dengan satu kata yang mahal, yakni sabar. Karna sabar tidak ada batasnya, karna sabar mahal harganya, jika kamu sudah bisa kuasai semua akan nyaman dilakukan. Salam semoga bahagia, salam senyuman bahagia, salam salam salam. Semoga bahagia.

Salam damai,
- 27 September 2014 - namasayababi@gmail.com