TEMAN

Saya tumbuh diantara banyak keluh dan kesah teman, besar diantara masalah kehidupan teman-teman saya. Banyak dari mereka yang tidak bisa menikmati apa yang saya dapatkan dari kedua orang tua saya. Bahkan, ada beberapa dari mereka yang tidak bisa merasakan kasih sayang dari orang tua mereka tapi mereka bisa bertahan.

Ada beberapa dari mereka yang membuat saya kadang malu, malu bukan karena dipermalukan, tetapi karena mereka bisa bertahan dengan apa yang mereka miliki.  Dia yang ayahnya meninggal sejak kecil, berjuang dengan kakak-kakaknya merawat ibunya yang sudah tua dan masih harus berjuang untuk hidupnya, tetapi masih bisa tersenyum. Dia yang ibunya meninggal, masih bisa berjuang membesarkan adik-adiknya,  bekerja untuk hidupnya dan bisa membayar kuliahnya sendiri, tetapi dia bisa menikmati hidupnya, dia bisa tersenyum. Dia yang ibunya meninggal sejak lahir, dan ayahnya meninggal sewaktu kecil, dia masih bisa berjuang untuk hidup dan tersenyum. Dia yang harus bangun pagi dan bekerja. Bahkan dia yang tidak tau dimana ibunya sekarang, eyangnya pun sudah meninggal, hidupnya tetap berjalan dan masih bisa tersenyum.

Mereka, teman-teman saya, mereka yang selalu menjadi inspirasi bagi saya. Mereka yang secara tidak langsung menampar saya ketika saya mengeluh, mereka yang secara tidak langsung menyadarkan saya bahwa hidup harus tetap berjalan apapun yang terjadi. Dari mereka saya mengerti apa itu sukses, bukan tentang mereka yang berharta banyak, bukan tentang mereka yang bisa bekerja diluar kota bahkan luar negeri, tetapi dari mereka saya dapat pengertian dari kata sukses, yakni mereka yang masih bisa bertahan hidup dan tersenyum menikmati hidup walaupun berat, dan mereka yang hidupnya nyaman dan tenteram walaupun mereka tidak punya banyak. Mereka benar benar melatih saya menjadi pribadi yang kokoh dan berani, mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu digambarkan harta. Merekalah yang mengajarkan bahwa bersyukur, karena setiap orang punya jalan hidup masing-masing. Dari mereka saya belajar banyak tentang pelajaran bagaimana kita menikmati hidup.

DITIMPAL KETIDAKPASTIAN

Halo kawan, lama sudah tidak berceloteh, lama sudah tidak menulis, lama sudah tidak berbagi omong kosong, alasan utamanya sibuk, waktu lalu sibuk menyelesaikan kesibukan, saat ini sibuk mencari kesibukan. Kalian bahagia kan? Aminlah bahagialah, tersenyumlah, berbagilah bahagia dan senyuman, niscaya semua pasti senang.

Ketidakpastian itu jahat atau kita yang terlalu lemah berharap? Pernah merasakan bukan, waktu dimana mata susah memejam memikirkan hari ini belum bisa menyelesaikan apa yang harus diselesaikan, belum bisa mendapatkan apa yang diharapkan? Pernah merasakan bukan, waktu keringat jatuh, tenggorokan kering, otak penuh, sudah berusaha tapi belum berhasil, sudah berjuang tapi belum menang, sudah mencari tapi belum mendapat, pernah bukan? Mengeluh dilarang, menangis ditertawai, bersandar dianggap menyerah, bertanya tidak dijawab, menjawab dianggap melawan, dianggap bodoh. Mencoba berjalan, tapi belum ada jalan, berlari dianggap menghindar. Ingin dikuatkan tapi, ya kemudian menguatkan dirinya sendiri. Ketika berjalan, pikiran dan perasaan yang lelah sepakat untuk menguatkan sendiri, bahwa "dimana", "apa", "kapan", "bagaimana", "siapa", dan semua pertanyaan yang masih kosong jawabannya akan dijawab dengan sendirinya oleh waktu dan usahamu, jika bukan hari ini mungkin esok, mungkin suatu saat entah kapan nanti jika memang masih ada waktu.

Sekarang, yakinlah kebaikan yang dianggap pencitraan, tangisan yang dianggap cara mengemis pada keadaan, keringat yang belum dibayar, semua akan dibayar dengan satu kata yang mahal, yakni sabar. Karna sabar tidak ada batasnya, karna sabar mahal harganya, jika kamu sudah bisa kuasai semua akan nyaman dilakukan. Salam semoga bahagia, salam senyuman bahagia, salam salam salam. Semoga bahagia.

Salam damai,
- 27 September 2014 - namasayababi@gmail.com

Menyapa

Bagaimana duniamu? Baik-baik saja bukan? Bagaimana dengan celotehmu? Bagaimana dengan bahagiamu? Bagaimana dengan senyumanmu? Bagaimana kesedihanmu, apakah sudah habis? Bagaimana dengan semuanya? Semoga baik-baik saja.

Lama tak jumpa, lama tak menyapamu juga. Lama tak tersenyum bersamamu pula. Sudah lama, kalender sudah berganti, hampir saja aku lupa denganmu. Tapi tenanglah, semuanya baik-baik saja. Aku masih ingat bagaimana caramu tersenyum, masih ingat bagaimana caramu berceloteh, masih ingat bagaimana kau bersedih lalu menangis, aku masih ingat semua bagaimana kau menyapaku.

Hingga hari ini, dengan kalender baru dan hari yang masih sama, kuharapkan sapaanku berarti untukmu. Kuharap sapaanku bisa membuatmu mengingat semua yang hampir kau lupa. Jangan biarkan waktu usai begitu saja, tapi ajaklah waktu untuk berbahagia denganmu, jangan lupa menyapa pagi yang diberikan Dia Yang Hebat. Seperti salamku sebelumnya, menyapalah dengan bahagia, tersenyumlah walau hatimu gundah, semua akan indah.

Salam Damai,
- 21 Februari 2014 - namasayababi@gmail.com

ENTAHLAH, SUATU SAAT NANTI

Halo apa kabarmu? Masihkah kau ada diantara bahagiamu? Ataukah kau masih mencarinya? Iya inilah kehidupan, kejam dan tak mau tau apa yang kau harapkan, kenyataan yang kau ingin tak selalu terjadi dan kau dapatkan. Asal kau tersenyum, hari harimu akan terlihat sangat sangat indah dan menyenangkan.

Kebahagiaan senantiasa menyertaimu, dan kesedihanpun takkan mau tau, dia datang selalu beriringan dengan harapan, membuat wajah kusammu semakin hancur. Kejar bahagiamu, entah kapan nanti kau dapatkan, aku percaya pada suatu saat nanti dan harapanku yang selalu saja digagalkan oleh kenyataan. Perlahan nanti kau akan bahagia, jika kau bersedih, habiskan tangisanmu hingga tak tersisa tetesannya.

Percaya pada dirimu, dan Dia yang kau sebut Tuhan, tak perlu kau pedulikan mereka yang berusaha menghancurkan usahamu. Selama kau punya harapan dan harapanmu tak membuat orang lain murung dan bersedih, terjanglah harapan itu tak usah kau peduli dengan mereka. Suatu saat nanti, kau akan dibahagiakan. Jika kau ingin memberi, berilah kebahagiaan, bukan cinta, karna cinta bisa saja membuatmu menangis, dan kebahagiaan takkan pernah membuatmu menangis. Percayalah entah kapan nanti, suatu saat nanti yakinlah kau akan dapatkan memberi kebahagiaan.

Salam damai,
- 3 Oktober 2013 - namasayababi@gmail.com 

Senandung Nada Nada Kosong

Halo jumpa lagi para gembala gembala pencari bahagia. Apa kabarmu kawanku ? Baik aku rasa dan harapkan. Lama juga tak menyapamu harapan, lama juga tak melirik ke arahmu. Masih sama seperti yang lalu, percaya pada bahagia dan percaya pada suatu saat nanti. Bagaimana senandungmu ? Bagaimana celotehmu ? Bagaimana dengan candamu ? Kuharap mereka masih peduli dan menyapamu.

Saat ini celotehnya mulai hilang, ada celoteh baru yang sudah didapatkannya. Senandung nada nada kosong seakan sebagai gambaran. Nada nada yang berbeda itu tak kunjung datang, mungkin sore ini atau sore nanti. Bernyanyi dengan lantang dengan nada nada tak berarah, nada nada yang tak tau suaranya. Selamat bernyanyi, selamat menyanyikan nada kosong, mari menari dengan wajah ceriamu, senandung nada nada kosong akan mengiringi langkahmu. Jaga senyummu walau kau bersedih.

Selamat menikmati soremu, selamat berbahagia bersama dambaan hatimu. Selamat berbahagia dengan kesendirianmu, mari dengan lantang nyanyikan senandung nada nada kosongmu. Jangan pernah peduli dengan celoteh bodoh mereka, mereka hanya iri denganmu yang riang. Sampai jumpa diceloteh tanpa makna selanjutnya.

Salam damai,
- 21 Agustus 2013 - namasayababi@gmail.com

ACUHKAN KAMI, KAMI AKAN SEMAKIN MENJADI !

Selamat malam kawanku, saudara sebahagia. Lama tak jumpa, seperti menghilang ditelan keadaan. Apa kabarmu ? Baik saja bukan ? Masih berbahagia bukan ? Tentu saja aku yakini masih begitu adanya. Meskipun bahagiamu sedikit tertutup semacam kabut hitam pekat. Senyuman tetap ada dalam setiap waktumu, dia masih sempat menyapamu.

Berbahagialah kita yang terabaikan, berbahagialah karna kita punya banyak waktu, kita bisa bercanda tanpa ada batas. Kita punya banyak cerita, tetaplah jadi dirimu, dirimu yang berbeda, dirimu yang diabaikan. Biarkan mereka acuhkan, kita tetap melaju kencang dengan mimpi mimpi. Kita akan selaras dengan kehidupan, biarkanlah.

Acuhkan Kami, Kami Akan Semakin Menjadi ! Teriakan itu pada mereka, mereka yang menganggap kita tak ada, mereka yang menganggap kita semacam sampah tak berguna. Teriakan dengan lantang, jika kau takut biarkan hatimu yang berteriak hebat, lalu tunjukkan kau tak bisa dihalangi, kau tak bisa dibendung. Kau berambisi, walau mereka acuhkanmu. Suatu saat nanti kita ajak mereka yang acuhkan kita untuk berbahagia bersama. Berjalan dengan tangan terkepal mencapai damai nyata tanpa ada dendam dan benci. Selamat malam kalian yang acuhkan kami, acuhkanlah semoga kau bahagia.

Salam damai,
- 1 Juni 2013 - namasayababi@gmail.com

Mereka

Halo, nama saya babi, kembali menulis sebuah cerita, cerita sederhana berharap penuh makna, berharap berguna bagi semua. Kali ini, tanganku akan kembali menari, menuliskan ke dalam cerita tentang "Mereka". Mereka, siapakah mereka, dimanakah mereka, apakah mereka, mereka itu ada di antara kita, kau dan aku, kau dan semua. Tanpa mereka, siapa diriku, siapa dirimu, apa arti nadimu, apa arti hembusan yang kau keluarkan lewat nafasmu ?

Bersyukurlah kau ada di antara mereka yang menyebalkan, karena kau diajarkan bagaimana kau bersabar, di antara mereka yang membutuhkan, karena kau diajarkan untuk mau membantu. Bersyukurlah kau ada di antara jutaan jiwa yang berbeda, karena kau tau apa itu perbedaan dan apa itu menghargai, bersyukurlah selalu karena nadimu lebih berarti karena mereka. Mereka adalah bagian hidupmu yang takkan pernah bisa kau lupakan, kadang kau diabaikan oleh mereka, kadang kau yang abaikan mereka, tapi kau dan mereka ada dan selalu akan ada cerita. Sekitaranmu yang membuatmu seperti sekarang ini adalah - Mereka -.

Bahagialah, bahagiakan mereka entah siapa mereka yang ada di sekitarmu, ada di setiap jalan hidupmu, jika ibarat kertas, mereka yang menulis dan menghias lembaran kertas kosongmu dengan tinta yang berbeda, dan membuat lembaranmu penuh dengan warna. Berbahagialah dan belajarlah membahagiakan mereka, mereka semua. Salam bahagia !

Salam damai,
- 6 Mei 2013 - namasayababi@gmail.com