Sepertinya peri itu hanya akan menjadi bayangan, akan menjadi kenangan. Aku yang hanya menjadi diriku sendiri di kotaku yang indah, dan di kota ini aku masih bertanya siapa sebenarnya aku. Dia yang manis yang kurasa bahagia mungkin akan hilang, ya hanya kesunyian di antara keramaian lagi yang kuharus hadapi.
Aku bersenandung tanpa tau nada, aku berceloteh tanpa tau makna, aku hanya bersenandung bahagia untuk menutupi kesunyian. Tak ada gelap, hanya saja kurangnya cahaya. Tak ada nada, hanya sunyi dan celoteh bodoh ini. Kau tau, kesunyian ini pernah ada pernah hinggap, dan kini mungkin dia menyapaku lagi kali ini. Di mana terang yang kucari, di mana suara keras itu, di mana senyuman manismu, ketika aku masih bertanya dan di situ aku tau semua hanya ada di benak. Aku akan bersenandung bahagia tanpa nada, aku akan berceloteh tanpa makna, aku akan melihatmu bahagia, aku akan bahagia dan mereka semua pula, aku akan selalu menanti jemarimu menari dengan biola. Dan nyanyian yang kulantunkan adalah senandung bahagia.
Salam Damai,
- 10 April 2013 - namasayababi@gmail.com