"Putar lagi botolnya !", inilah sebuah kalimat yang terucap ketika kami berbagi botol yang isinya mungkin mereka kata tidak baik, tapi kami bahagia, lalu bagaimana ? Sedikit terbenak, sebenarnya ini memang membuat mata tak bisa memandang langit atau hujan dengan sebagaimana fungsinya, buyar-buyar tak tahu apalah tapi menyenangkan.
Mereka yang mencerca seperti hembusan angin yang datang lalu hilang, mereka dan kami punya cara bahagia sendiri. Sedikit berbagi cerita tentang indahnya berbagi, mudahnya bahagia, dengan sumber air dalam botol kemasan yang harganya jauh berbeda dan jauh lebih minimalis dibandingkan dengan air dalam botol kaca yang mereka orang-orang berada tenggak.
Berkumpul, asap rokok mengepul ke atas, mulut terbuka lebar, canda tawa tak terbatas itu ada, lantangnya suara nyanyian dari seorang teman dengan petikan gitarnya yang sangat halus layaknya kapas. Terlalu hiberbola memang, tapi entah ini memang adanya. Persetan dengan mulut mulut tanpa dosa yang hanya bisa menghina dengan satu mata melihatnya. Kau dan kami memang jauh berbeda, kau dan kami punya cara sendiri untuk bahagia.
Salam damai,
- 11 April 2013 - namasayababi@gmail.com